Mencapai Puncak Mercusuar di Tanjung Kalian Light House

Adetruna Berlatar Mercusuar Tanjung Light House
Berlatar Mercusuar Tanjung Light House

Mercusuar merupakan bangunan menjulang atau menara yang biasa terdapat di tepi laut dengan lampu berkuatan mega watt di puncaknya. Fungsi lampu tersebut menyebarkan cahaya sebagai pemandu kapal laut yang tengah berlayar.

Dahulu mana ada GPS (Global Positioning System)? Bahkan sebagai sumber cahaya saja, di puncak menara menggunakan api. Salah satu mercusuar atau dalam bahasa Inggris Light House yang terdapat di Indonesia adalah Tanjung Kalian Light House.

Adalah #KelasBlogger yang mengajak saya untuk bisa berwisata ke Pangkalpinang guna menemui M. Irwansyah – Walikota Pangkalpinang yang akan mengajak rombongan Blogger untuk bersepeda pada Minggu pagi (28/2/2016).

Nah, sebelum menjumpai hari Minggu dan bersepeda bareng politisi muda dari partai PDIP, Muhammad Irwansyah, saya dan rombongan kelas Blogger memaksimalkan kehadiran di City of Victory (Pangkalpinang) dengan mengunjungi beberapa objek wisata.

Bahagia rasanya dan pengalaman yang takkan terlupakan bisa bergabung dalam Kelas Blogger pada saat wisata #PesonaPangkalPinang …

Dalam satu hari pada saat itu (27/2/2016), rombongan Kelas Blogger yang berjumlah sekira 18 orang (2 orang dari Bandung; saya bersama Ali Muakhir) berkesempatan wisata kuliner Mie Koba yang dilanjutkan dengan berkunjung ke tempat pengasingan Bung Karno di Gunung Menumbing, Muntok Bangka Barat.

Takberhenti sampai di situ, setelah usai dari tempat pengasingan presiden RI yang pertama, rangkaian selanjutnya adalah mengunjungi Tanjung Kalian Light House.

Saat melihat mercusuar Tanjung Kalian yang menjulang, membuat enggan untuk menjajal agar bisa mencapai puncaknya. Akan tetapi melihat semangat yang lain, saya pun merasa banyak teman untuk mencapai puncak.

Saya sempat menghitung jumlah lantai yang ada di dalam bangunan menara Tanjung Kalian. Semuanya ada 20 lantai, setiap lantai ada jendela tanpa pintu. Jendela melingkar dan dibiarkan bolong. Setiap lantai kita akan melihat pemandangan yang berbeda karena semakin ke atas pandangan ke depan akan menjadi berbeda.

Adetruna bersimbah keringat saat mencapai puncakMercusuar Tanjung Kalian
Bersimbah keringat saat mencapai puncakMercusuar Tanjung Kalian. (foto: dok.pri)

Sesampainya di puncak Mercusuar Tanjung Kalian dengan tinggi 65 meter, taksadar keringat bercucuran dari mulai kulit kepala sampai badan. Ditambah saya mengenakan jaket parasut, semakin bersimbah saja keringat saat itu.

Tetapi, rasa letih dan lelah terbayar dengan melihat keindahan panorama lepas pantai Tanjung Kalian. Maha karya sejati kuasa Illahi Robbi …

Dari ketinggian menara yang dibangun pada 1862 ini saya dengan pandangan lepas melihat dengan jelas pelabuhan yang beroperasi untuk transportasi air yang menghubungkan pulau Bangka dengan Pulau Sumatera, Pelabuhan Tanjung Kalian.

Bahagia sekali saat kembali turun. Rombongan pun taklama kemudian kembali bergerak. Dan destinasi selanjutnya adalah Museum Timah Muntok. Nanti deh saya lanjutkan ya kisah berkunjung ke Museum Timah Muntok.

Cukup sampai di sini aja ya cerita saya mencapai puncak Mercusuar di Tanjung Kalian Light House. Terima kasih sudah berkunjung ke blog Pragita 😀

A photo posted by Ade Truna (@kang_adetruna) on

Menarik? Sila di-SHARE!

3 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *