Proses Pembentukan Awan

Proses Pembentukan Awan

pengetahuan

Apabila menyoal awan, timbul pertanyaan kenapa awan menggantung di langit dan tidak jatuh padahal berisi titik-titik air? Sebelum dijawab, ada baiknya kita fahami dulu proses pembentukan awan itu sendiri.

Proses Pembentukan Awan

Menurut Zadrach L. Dupe, seorang pakar klimatologi menyebutkan bahwa ketika udara dipanaskan, yaitu di saat hari panas maka udara akan menjadi ringan dan naik ke atas. Udara selalu mengandung uap air, tetapi berbeda-beda kadarnya.

Udara di Indonesia umumnya memiliki kadar air yang tinggi, berbeda dengan udara di padang gurun, kadar air sangat kecil walau tetap ada. Ketika banyak udara yang naik, akan timbul gaya yang arahnya ke atas. Udara yang mengandung uap air akan membawa uap tersebut ke atas langit.

Adapun udara yang naik tadi akan mulai mendingin dan ketika mencapai titik embun maka uap air yang ada di dalam udara itu akan keluar sebagai titik air yang sangat kecil. Lalu, titik-titik air kecil tersebut akan berkumpul dan membentuk awan.

Klimatologi atau ilmu iklim adalah studi mengenai iklim, secara ilmiah didefinisikan sebagai kondisi cuaca yang dirata-ratakan selama periode waktu yang panjang. Bidang studi ini dikategorikan sebagai cabang dari sains atmosfer dan subbidang geografi fisik, yang merupakan salah satu dari sains bumi.

Wikipedia

Selama butiran air di awan tadi masih kecil, gaya gravitasi akan kalah dari gaya atas sehingga awan tersebut akan tetap menggantung di langit. Ketika butiran air semakin banyak dan membesar maka gaya gravitasi akan menang dari gaya atas lalu jatuh ke bumi sebagai hujan.

Hujan yang turun kerap menyisakan butiran air kecil dan menggantung di langit dan apabila gaya atasnya lebih besar maka butiran air kecil tersebut membentuk awan yang tidak bisa mempertahankan ketinggiannya. Akan tetapi awan tersebut akan menguap dan naik lebih tinggi ke atas langit.

Awan yang naik, apabila semakin tinggi maka akan semakin rendah suhunya sehingga terdapat kumpulan awan yang tidak mengandung uap air namun mengandun es. Itulah awan yang kita kenal dengan awan cirrus atau sirus.

Awan sirus dan awan awan lainnya.
Awan sirus dan awan awan lainnya.

Awan sirus adalah awan tinggi dengan ciri-ciri tipis, berserat seperti bulu burung atau gula-gula kapas. Awan sirus sering muncul pertama kali di sepanjang daerah front. Pada awan ini terdapat kristal-kristal es. Terkadang puncak awan sirus bergerak dengan cepat. Arah anginnya juga dapat bervariasi.

wikipedia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.